Showing posts with label Celoteh. Show all posts
Showing posts with label Celoteh. Show all posts

Sunday, 5 June 2011

Pesta Pernikahan Ramah Lingkungan

Pesta pernikahan identik dengan mahal. Tapi tahukan kamu kalau pesta pernikahan itu bisa dibuat dengan sangat murah??? Selain hemat di kantong, pesta pernikahan pun juga bisa dibuat dengan tema yang unik dan menarik. Salah satunya adalah pesta pernikahan dengan tema ramah lingkungan. 
Tak ada kata terlambat untuk menyelamatkan bumi kita dari kerusakan. Sebagai calon pengantin, yuk rancang pesta pernikahan yang ramah lingkungan!

Untuk membuatnya kita bisa mensiasati dalam hal berikut ini :

Kartu Undangan
Bayangkan berapa pohon yang harus ditebang saat anda mencetak ratusan kartu undangan. Lebih baik desain kartu undangan anda sedemikian rupa agar menghemat kertas. Misalnya kurangi sisipan-sisipan seperti undangan pengajian, akad nikah dan sebagainya, jika memungkinkan jadikan sisipan-sisipan itu menjadi satu halaman saja.
Untuk menghemat jumlah undangan, pilihlah kerabat yang akan anda kirimkan undangan. Jika bisa mengirim undangan lewat milis, jejaring sosial atau email sebaiknya lakukan saja. Selain menghemat budget, anda juga akan ikut mengurangi pemakaian kertas.
Jika memungkinkan, pilihlah undangan dari kertas daur ulang. Biasanya harganya lebih mahal, namun, tak ada harga yang terlalu mahal untuk menyelamatkan bumi bukan?

Tuesday, 8 February 2011

Teliti Sebelum Membeli!

Yup! Dijaman yang serba modern seperti sekarang ini, dimana topik mengenai keamanan pangan sering kali naik ke permukaan dan menjadi sesuatu yang wajib di cermati karena menyangkut kenyamanan hidup orang banyak.
Eddan! Abis minum apa ya gue tadi, ko ngomongnya jadi tinggi gini ehehehhh...
Sebenarnhya sih gue nulis gini karena kebetulan tadi pas gue belanja di **mart gue menemukan sesuatu yang fatal banget! Dimana gue tahu bahwa tempat gue belanja itu adalah sebuah perusahaan yang sudah punya nama cukup besar di kalangan mahasiswa di Jatinangor (Huek..!! kirain dimana?) di Indonesia! Cabangnya pun tersebar di berbagai kota.
Jadi pas gue belanja di toko itu seperti biasa gue selalu mencari-cari tanda yang kalau gak salah dibacanya Best Before gitu lah, dan gue kaget ternyata gue nemu salah satu produk gue lihat ternyata tanggalnya itu adalah 6 bulan yang lalu! Gila kan? Ehh... pas gue liat yang lainnya ternyata masih ada 3 box lagi yang ternyata setelah gue teliti lebih lanjut itu sudah expired! Itu baru satu produk lho yang gue lihat, bisa aja kan produk yang lainnya juga ada....
Hmmm.... gimana kalo yang beli gak teliti kaya gini yah? Gumam gue...
Padahal gue liat sekitar ada pelayan yang senantiasa menge-cek stok yang ada di etalase, apakah ini suatu kecerobohan atau suatu kesengajaan?
Yang jelas hal ini membuat nama baik toko ini di mata gue TURUN! Terlalu jauh gitu cuy expirednya, 6 bulan! Bahkan jelas tertulis 2010, sekedar menanyakan sekarang udah 2011 kan?
Okeh, dari pada di ambil ama pembeli lain gue kasih aja tuh barang expired ke pegawai tokonya.
Yah, sekedar saran dari gue
Kalo mau belanja tolong yang teliti yah mengenai tanggal kadaluarsa ini. Walaupun kita beli di supermarket sekalipun kesalahan masih mungkin terjadi.
Waspadalah Waspadalah!!!

Vakum

Ya! Selalu saja gue membiarkan blog ini vakum, mungkin karena gue yang lagi miskin ide atau emang gue terlalu sibuk sama urusan yang lain sehingga sedikit melupakan blog ini.
Hmm.... yasuddahlah, tidak ada gunanya juga terus-menerus menyesali semua yang telah terjadi, yang penting sekarang gue harus bisa kembali ke jalan yang benar (tidak membiarkan blog ini vakum) hehe.... lebbay!!

Monday, 13 December 2010

Arti Sahabat


Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sunday, 21 November 2010

Jangan Hanya Pintar Berteori



“Kalian itu jangan cuma pintar berteori, kalian tahu apa akibatnya jika sampah dibuang sembarangan, tetapi tetap saja kalian tidak sadar dengan perilaku kalian yang masih suka membuang sampah secara sembarangan, walaupun itu cuma bungkus permen tapi coba lihat akibat yang akan ditimbulkannya” begitulah kira-kira perkataan salah satu dosen ketika memberikan kuliah.
Perkataan dosen tersebut, gue akui telah menyinggung dan membuat gue merenung akan keteledoran yang selama ini gue lakukan. Memang gue sendiri menyadari bahwa kadang suka sembarangan dalam membuang sampah terutama sampah plastik, padahal sebagai seorang akademisi gue tahu dan sadar akan akibat yang akan ditimbulkan dari kebiasaan buruk ini.
Ya, tanpa kita sadari kebiasaan kita yang kita anggap kecil, membuang bungkus permen sembarangan misalnya, pasti dalam benak kita berfikir toh hanya bungkus permen ini, kecil. Namun tanpa kita sadari bahwa mungkin ada ribuan bahkan jutaan yang berfikir seperti tadi, otomatis akan ada ribuan bahkan jutaan juga bungkus permen yang tercecer. Bukankah sesuatu yang besar berawal dari yang kecil???
Yah... penyesalan hanyalah sebuah penyesalan, kata orang sunda “ari kaduhung mah tara ti heula” (menyesal itu tidak pernah diawal). Dari situ gue sebagai insan yang berpendidikan mulai sadar dan malu bagaimana seharusnya gue berperilaku (khususnya dalam membuang sampah).

Tentunya gue mengajak segenap pembaca untuk mulai sadar bahwa kalau bukan kita yang menjaga keseimbangan alam ini, siapa lagi?.

Mari kita mulai dari kebiasaan-kabiasaan kecil kita. Buang sampah pada tempatnya dan pastikan sampah yang kita buang tidak mencemari lingkungan sekitar. Mari kita aplikasikan apa-apa yang ada didalam pemikiran kita karena pada dasarnya semua orang pasti memikirkan dan menginginkan sesuatu yang baik.

Friday, 19 November 2010

Salah Siapa?

Siang itu hujan turun dengan amat deras, sehingga membuat gue berfikir untuk berteduh di teras sebuah toko.
Ternyata selain gue banyak orang lain yang juga berteduh di teras toko ini, salah saaatu dari mereka adalah seorang pemuda yang mengendarai motor, dia memarkinkan motornya persis di depan toko tempat kami berteduh sehingga masih bisa di awasi oleh dia.
Ketika hujan sudah mulai reda, sang pemuda pengendara motorpun berniat untuk melanjutkan perjalanannya, dia naik ke sepeda motornya dan lantas menyalakannya, namun tiba-tiba sebelum ia menjalankan motornya keluar dari area toko mendekatlah sesosok bapak-bapak berkalungkan peluit, dari raut mukanya gue bisa melihat kalau bapak itu sudah agak renta usianya, dan ternyata bapak tua itu adalah seorang tukang parkir yang mengharapkan pemuda tadi untuk memberinya tip karena dia merasa telah menjaga motor sang pemuda yang terparkir di area parkirnya.
Namun dengan cekatan sang pemuda berkata "Lho saya kan cuma neduh bentar? lagian dari tadi saya bisa melihat motor saya ko". Setelah selesai berbicara, pemuda tadi langsung berlalu dari hadapan bapak tukang parkir, tanpa memberikan sepeserpun uang tip.
Ketika itu, gue dengan jelas dapat melihat ada raut kekecewaan di wajah bapak tukang parkir itu. Perih hati ini melihatnya.
Yah, mungkin belum rezeki bapak ini mendapat tip dari pemuda tadi, namun gue tidak terima dengan perangai pemuda tadi, setidaknya dia (pemuda-red) bisa berlaku lebih sopan terhadap orang yang lebih tua darinya.